Pertumbuhan fisik bayi berlangsung dengan cepat. Awalnya, sebagian besar waktu bayi dihabiskan untuk tidur. Setelah satu atau dua bulan, waktu tidurnya akan berkurang dan bayi akan lebih aktif bergerak. Ia mulai berguling dan menendang sekitar tempat berbaringnya menggunakan tungkai dan lengannya. Dan dalam waktu sekejap, bayi akan mulai mencoba berjalan untuk pertama kalinya. Baca juga Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi Usia 1 Bulan.

Cara terbaik mengajari anak berjalan adalah membiarkannya mempelajarinya sendiri dan hal ini bisa dilakukan dengan mudah. Bayi akan mulai merangkak terlebih dahulu. Merangkak melatih keseluruhan otot tubuh, memberi kekuatan dan tenaga, namun tidak membuat bayi letih dan tidak membebani tulang. Setelah beberapa waktu, bayi menjadi lebih kuat dan akan ingin melakukan lebih banyak hal. Bayi akan berusaha untuk mengangkat dirinya di atas kakinya dengan bantuan kursi, dan meskipun Ia gagal dan gagal lagi dalam usaha belajar berjalan, Ia akan tetap bertahan sampai berhasil melakukannya. Dengan demikian, Ia belajar mengangkat dirinya dari lantai, lalu berdiri dengan berpegangan pada objek yang dapat diraihnya.

Baca juga:

Berikutnya bayi akan menyeimbangkan dirinya tanpa berpegangan, dan akan menunjukkan bahwa Ia bisa berdiri sendiri dengan senang dan bangga. Di awal-awal, bayi mungkin takut untuk menggerakkan kakinya tanpa penopang, Ia akan berpegangan pada kursi atau benda-benda di dekatnya, dan hanya berani maju sampai batas pegangannya. Petualangan kecil ini akan terus diulang hari demi hari dengan dengan kegembiraan yang bertambah. Sesudah melewati banyak percobaan, Ia akan merasa percaya diri akan kekuatannya untuk menyeimbangkan dirinya, dan tanpa terasa Ia sudah mulai berlari. Proses pembelajaran sendiri setahap demi setahap ini akan membutuhkan waktu, waktu untuk otot dan tulang menjadi kuat, dan mampu untuk menopang berat tubuhnya sepenuhnya. Jangan lupa beri pujian atas usahanya untuk belajar berjalan tanpa dibantu.

Untuk melatih anak berjalan sendiri, Anda harus memberikan stimulasi yang tepat untuk mengaktifkan sistem vestibularnya (keseimbangan). Sistem vestibular terletak di telinga bagian dalam dan bertugas untuk menjaga keseimbangan, postur, dan orientasi tubuh dalam ruangan. Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mengajari anak berjalan.

  • Bantu anak berdiri tegak dan biarkan Ia menjejakkan kedua telapak kakinya dengan kokoh tanpa bantuan selama beberapa saat. Jika bayi sudah mulai mau mencoba melangkah sendiri, maka Ia siap untuk berjalan titah dengan berpegang pada kedua tangan Anda. Biarkan bayi berjalan sambil memegang salah satu atau kedua tangan Anda. Bergeraklah mundur saat bayi melangkah ke depan. Jika anak sudah mulai percaya diri, coba lepaskan tangan Anda darinya perlahan-lahan. Jika anak terjatuh, biarkan Ia belajar bangkit berdiri sendiri. Meski jatuh bangun dan melelahkan, bersabarlah dan jangan bosan mengajari bayi berjalan dan mendampinginya berlatih jalan.
  • Stimulasi agar bayi cepat berjalan dan motivasi bayi untuk mendekati Anda dengan cara memanggil namanya. Berikan pujian ketika Ia berhasil mendekati Anda.
  • Beri anak mainan truk atau gerobak yang dapat ditarik dengan tali dan ajak dia memindah-mindahkannya dari satu tempat ke tempat lain. Anda juga bisa memberikan mainan yang dapat didorong sebagai alat bantu si kecil belajar berjalan.
  • Bila memungkinkan dan aman, biarkan si kecil berjalan di lantai yang tidak rata. Cara ini akan menguatkan otot-otot kaki dan tungkai.
  • Biarkan bayi naik-turun kursi sendiri sambil Anda awasi. Aktivitas ini bisa membantu memupuk rasa percaya dirinya dan menstimulasi agar bayi cepat berjalan.
  • Anda juga dapat meminta balita berjalan dengan berpegangan pada sisi meja atau kursi, lalu berpindah dari kursi ke kursi. Pastikan benda-benda yang dijadikan pegangan oleh anak itu berdiri cukup kokoh dan tidak mudah bergeser, serta tidak bersudut tajam.
  • Jika Anda menggunakan boks bayi, Anda bisa melatih bayi berjalan dengan aman di dalam boksnya. Atur bayi berdiri di salah satu sudut boks, ajarkan Ia untuk berpegangan pada pinggir boks, dan biarkan Ia berjalan menyusurinya. Tidak perlu kuatir jika bayi jatuh-bangun dalam percobaannya untuk berjalan karena bayi cukup aman di dalam boksnya.

Selain itu, ada beberapa hal lainnya yang bisa Anda lakukan dalam melatih bayi berjalan:

  • Atur kondisi dan suasana yang aman dan nyaman untuk anak Anda. Anda dapat memasang karpet yang tidak terlalu keras dan tidak pula terlalu lunak sehingga mudah dalam belajar berjalan. Jauhkan benda benda yang akan beresiko membuat anak terluka, atau cairan yang akan membuatnya terpeleset ketika belajar berjalan.
  • Pakaikan sepatu dan sandal yang cocok yang tidak menghambat proses belajar berjalan anak Anda. Pilih sepatu atau sandal yang mempunyai dasar sol yang datar, lembut yang bisa mendukung dan melatih anak berjalan dengan baik dan leluasa.
  • Jaga berat badan ideal bayi. Berat badan berlebih bisa menghambat dan menyulitkan bayi dalam belajar berjalan.

Hindari penggunaan baby walker dalam merencanakan cara untuk mengajari anak berjalan, sebaliknya berikan mainan atau alat bantu jalan dorong untuk bayi. Baby walker cenderung tidak bermanfaat, bahkan bisa menghambat perkembangan otot-otot kaki dan meningkatkan resiko kecelakaan, terjungkal misalnya. Kelainan fisik anak seperti dada datar, paru-paru terhambat, perubahan bentuk tulang punggung, dan cacat kaki seringkali diakibatkan penggunaan alat-alat seperti itu. Hal ini dikarenakan tulang pada bayi masih lunak dan lentur, dan jika dipakaikan alat-alat bantu tersebut agar bisa menopang berat tubuhnya pada usia terlalu dini, akibatnya akan seperti sebatang tongkat elastis yang tertekuk oleh beban, menjadi melengkung dan berubah bentuk. Karena itu, latih anak belajar berdiri dan berjalan dengan alami, dengan berpegangan pada benda disekitarnya.

Jangan lupa, sebelum Anda mulai melatih anak berjalan pastikan bahwa otot tubuh, otot kaki dan juga lengannya sudah cukup kuat dan mampu menopang badannya. Baca juga Penyebab Anak Lambat Berjalan dan Tahapan Pertumbuhan dan Perkembangan pada Bayi Bulan ke Bulan. Demikian, beberapa tips dan cara mengajari anak/bayi berjalan. Jangan lupa beri pujian atas usahanya selama proses belajar berjalannya.