Baby walker merupakan peralatan bayi yang dilengkapi empat roda dan tempat duduk dengan dua lubang untuk kaki. Kebanyakan orangtua memakaikan baby walker ke bayinya dengan harapan bisa mempercepat perkembangan motorik kasarnya sehingga bayi lebih cepat berjalan. Baby walker sering dianggap sebagai alat bantu bayi belajar berjalan. Selain itu, dengan baby walker, orangtua bisa mengalihkan perhatian bayi sejenak, bayi bisa bermain dan berjelajah sendiri selama orangtua menyelesaikan pekerjaannya. Namun, baby walker bukanlah penjaga bayi. Penggunaan baby walker untuk bayi di usia 4, 5, 6 bulan atau lebih sebelum bayi siap berjalan bisa berbahaya.

Baca juga:

Manfaat baby walker

Ada beberapa manfaat baby walker untuk bayi yang sering menjadi alasan orangtua memakaikan baby walker pada bayinya, di antaranya: membantu bayi bergerak kesana kemari, mengalihkan perhatian bayi, dan menenangkan bayi yang bosan bermain hanya di lantai.

Apakah baby walker membantu bayi lebih cepat berjalan ?

Baby walker merupakan alat yang bisa digunakan oleh bayi yang belum bisa berjalan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Baby walker bukan alat bantu bayi belajar berjalan dan tidak membuat bayi lebih cepat berjalan, baby walker hanya mempermudah bayi untuk berjalan dan bergeser kesana kemari. Bahkan, baby walker merupakan salah satu penyebab anak lambat berjalan. Di dalam baby walker, kaki bayi biasanya agak menggantung dan hanya sedikit menyentuh lantai, bayi tidak perlu menjejakkan kakinya untuk berjalan, cukup dengan mengayun dan alatnya akan membantu bayi bergerak. Hal ini membuat bayi jadi malas dan tidak termotivasi belajar berjalan dengan kedua kakinya sendiri karena dengan baby walkernya Ia sudah bisa bereksplorasi tanpa perlu bersusah payah.

Lebih lanjut, berjalan dengan baby walker hanya akan memperkuat kedua tungkai bawah, sedangkan kekuatan tungkai atas (paha) dan pinggul yang sangat dibutuhkan untuk berjalan menjadi tidak terlatih. Di samping itu, penggunaan baby walker untuk bayi juga membuatnya tidak bisa melihat kakinya, tidak belajar cara menyeimbangkan tubuh dan berjalan dengan cara yang salah (ditopang ujung jari kakinya bukan dengan telapak kakinya). Karenanya, daripada memakaikan baby walker, lebih baik berikan mainan dorong dengan penopang atau kursi plastik kecil untuk didorong-dorong oleh bayi Anda yang sedang belajar berjalan.

Bahaya pemakaian baby walker pada bayi usia dini

Dengan baby walker, bayi menjadi lebih tinggi dan lebih mudah bergerak. Namun, bayi bergerak bukan dengan berjalan tapi dengan cara mendorong dari jari kaki sambil bersandar pada keliling baby walker, sehingga bayi yang belum bisa mengontrol gerakan dan kecepatannya akan mudah sekali celaka. Bayi akan bergerak lebih jauh ke area yang tidak aman baginya dan mencoba meraih benda di tempat tinggi yang mungkin berbahaya, seperti pisau, kabel listrik, kompor, minuman panas, benda berbahan kaca, dll. Bahaya baby walker lainnya termasuk terjungkal pada permukaan yang tidak rata, terjepit jarinya, jatuh ke kolam ataupun jatuh dari tangga.

Selain itu, kelainan fisik pada anak seperti dada datar, paru-paru terhambat, perubahan bentuk tulang punggung, dan cacat kaki seringkali diakibatkan penggunaan baby walker untuk bayi. Hal ini dikarenakan tulang pada bayi masih lunak dan lentur, dan jika dipakaikan alat-alat bantu tersebut agar bisa menopang berat tubuhnya pada usia terlalu dini, akibatnya akan seperti sebatang tongkat elastis yang tertekuk oleh beban, menjadi melengkung dan berubah bentuk.

Kelainan fisik tersebut memang masih mungkin diperbaiki jika diketahui sejak dini, bahkan setelah lekukan nyata sudah terjadi, namun kerusakan telah terjadi. Pengobatannya meliputi penggunaan alat-alat yang akan membantu memperkuat kerangka dan meningkatkan kesehatan anak secara keseluruhan, dan menghindari penyebab awal kelainan fisik tersebut dengan tidak mengijinkan anak untuk menggunakan kakinya untuk berjalan untuk sementara waktu. Sesudah beberapa bulan, tungkai kakinya akan kembali normal, tulangnya dan ototnya menjadi kuat dan bayi mungkin sudah bisa diijinkan untuk berdiri dengan kakinya tanpa resiko terjadi cacat yang sama kembali.

Memang ada manfaat menggunakan baby walker untuk bayi, namun dengan semua efek negatif dan bahaya penggunaan baby walker untuk bayi terutama pada bayi yang masih kecil, pemakaian baby walker sebaiknya dihindari. Sebaliknya, latihlah anak belajar berdiri dan berjalan dengan alami, dengan berpegangan pada benda disekitarnya.

Macam-macam baby walker

Karena besarnya permintaan, muncullah alternatif serupa baby walker yang diklaim lebih aman, seperti baby walker tanpa roda (exersaucer) yang memungkinkan bayi untuk berdiri, berputar ataupun berjingkak dengan lebih aman. Juga ada produsen yang memodifikasi ukuran baby walker hingga melebihi ukuran standar, dengan harapan mengurangi angka kecelakaan. Namun, inovasi berbagai macam baby walker ini belum terbukti menurunkan jumlah kecelakaan pada bayi. Jadi, pertimbangkan kembali sebelum memutuskan untuk menggunakan baby walker.

Manfaat belajar berdiri dan berjalan tanpa baby walker

Bayi belajar menjelajahi lingkungannya secara alami setahap demi setahap. Bayi mulai dengan belajar duduk dulu, lalu merangkak, menarik diri untuk berdiri, melangkah sambil berpegangan hingga berjalan dengan lancar. Tanpa baby walker, bayi akan lebih bebas berguling, duduk, berdiri, bergerak mengambil sesuatu, dan bermain di lantai. Semua gerakan tersebut merupakan latihan dasar untuk berjalan, yang akan menguatkan otot yang diperlukan untuk berjalan dengan baik dan membantu bayi belajar menyeimbangkan diri dalam prosesnya. Bayi juga bisa melihat kakinya tanpa tertutup oleh baby walker yang merupakan hal penting dalam belajar bergerak. Lihat juga Cara Mengajari dan Melatih Anak Berjalan.

Kesimpulan

Orangtua mungkin begitu senang dengan usaha awal si kecil untuk berjalan, sehingga berusaha untuk menyemangati dan memperpanjang usaha berjalannya dengan memakaikan baby walker pada bayi, tanpa mempertimbangkan kerusakan yang bisa diakibatkan olehnya. Akibatnya banyak orangtua yang harus berduka atas cacat fisik pada anaknya yang disebabkan oleh mereka sendiri. Karena itu penggunaan baby walker untuk bayi tidak disarankan terutama pada bayi yang baru bisa duduk tegak dan belajar berjalan. Biarkan bayi bermain di lantai karena jauh lebih aman daripada duduk dalam baby walker. Jika terpaksa menggunakannya orangtua harus mengawasinya dengan ketat dan hindari penggunaan untuk waktu lama dalam satu waktu.