Selamat bayi bunda sudah lahir! Memiliki bayi baru lahir bukanlah hal yang mudah dan ibu yang memutuskan untuk memberikan ASI mungkin akan merasa hal tersebut lebih sulit lagi. Namun, menyusui merupakan pilihan terbaik untuk mencukupi kebutuhan nutrisi bayi, dan akan cukup mudah dijalankan begitu bunda mulai menguasainya. Seperti pepatah dari barat “Practice make perfect!”, menyusui mungkin merupakan hal baru bagi bunda dan si kecil namun dengan melakukannya terus menerus, bunda dan bayi akan menjadi ahli dalam menyusui dalam waktu tidak diduga-duga! Simak tips dan cara menyusui bayi baru lahir yang benar di artikel berikut ini.

Baca juga:

Beberapa hari pertama setelah melahirkan merupakan masa yang penting bagi bunda dan bayi untuk belajar cara menyusui dengan benar agar bayi bisa mendapatkan suplai ASI yang cukup untuk hari-hari selanjutnya. Namun, belajar menyusui bisa dilakukan jauh-jauh hari sebelum bayi lahir. Berikut beberapa langkah yang bisa bunda lakukan untuk mempersiapkan diri agar proses menyusui berjalan dengan lancar setelah bayi lahir.

  • Pertama-tama carilah informasi sebanyak mungkin mengenai menyusui bayi jauh-jauh hari sebelum bayi lahir. Baca informasi terkait menyusui lewat media cetak maupun daring, dan ikut kelas pra melahirkan atau kelas laktasi. Bicarakan dengan teman dan keluarga tentang pengalaman menyusui mereka, atau bergabunglah dengan grup dukungan menyusui sehingga bunda bisa berdiskusi dengan ibu menyusui lainnya dan mendapatkan banyak tips dan panduan yang bermanfaat. Dengan begitu, bunda tidak panik dan tahu apa yang harus dilakukan begitu bayi lahir dan berada dalam pangkuan bunda. Sebagai awal, bunda bisa membaca mengenai posisi dan teknik menyusui bayi yang benar.

  • Selama masa kehamilan, sangatlah penting bagi bunda untuk merawat diri untuk memastikan proses kelahiran bayi yang sehat dan bebas dari stres pada saatnya nanti.

  • Persiapkan diri juga untuk menyusui bayi pada saat bayi masih dalam kandungan, di antaranya memastikan payudara bunda siap untuk menyusui. Jika bunda pernah menjalani operasi payudara, beritahukan hal ini kepada bidan atau dokter kandungan karena hal ini mungkin mempengaruhi kemampuan bunda untuk menyusui bayi. Periksa juga jikalau ada puting payudara yang masuk ke dalam atau puting datar karena bisa mempersulit proses pelekatan bayi pada payudara.

Setelah bayi lahir, ada beberapa tips menyusui bayi yang bisa bunda ikuti. Berikut tips dan cara menyusui yang benar pada bayi baru lahir:

  • Segera setelah bayi dilahirkan, hal terpenting adalah bayi mendapatkan IMD (Inisiasi Menyusui Dini), di mana bayi diletakkan di atas payudara sesegera mungkin (lebih baik lagi sebelum bayi dibersihkan) untuk mencari payudara, karena insting untuk mengisap pada bayi sangatlah kuat pada saat baru dilahirkan. Lakukan kontak kulit dengan kulit dengan bayi. Jika bayi berhasil melekat dan mengisap payudara dalam beberapa menit pertama kelahirannya tersebut, penyusuan berikutnya akan berjalan lebih mudah karena bayi akan mengingat pengalaman menyusui pertamanya tersebut.

  • Kebanyakan rumah sakit bersalin mengizinkan bayi tinggal menginap seruangan bersama bunda. Ini merupakan ide yang baik dan bisa memberi bunda dan bayi lebih banyak waktu untuk saling mengenal dan menciptakan ikatan khusus antara bayi dan bunda yang merupakan hal yang sangat penting.

  • Jika bayi bunda tidur di ruang terpisah sangatlah penting untuk memastikan bahwa para perawat tidak memberikan susu formula pada bayi saat bunda tidur. Jika memungkinkan, mintalah agar bayi dibawa ke bunda untuk disusui pada saat ia terbangun bahkan pada waktu tengah malam.

  • Untuk memulai menyusui pertama kali, duduklah dengan nyaman dan gendong bayi dengan cara yang sesuai dan nyaman untuk bayi dan bunda. Perlahan-lahan tempatkan puting bunda di bawah hidung bayi di atas bibir atasnya. Bayi secara naluriah akan mulai mencari puting. Tunggu sampai bayi membuka mulutnya lebar-lebar. Lalu masukkan puting payudara ke dalam mulut bayi, pastikan ia mendapatkan sebanyak mungkin area areola (daerah sekitar puting) di dalam mulutnya atau mendapatkan semulut penuh payudara.

Blausen 0118 Breastfeeding CorrectLatch-On 02
Pelekatan menyusui yang benar ditandai dengan mulut bayi yang menutupi sebagian besar area areola dan bibir bawah bayi yang tertekuk keluar
  • Untuk mengetahui apakah bunda sudah menyusui bayi dengan benar, ingat bahwa cara pelekatan menyusui yang benar tidak akan menimbulkan rasa sakit maupun lecet pada puting payudara. Ketika bayi melekat, perhatikan apa yang bunda rasakan pada payudara. Jika pelekatannya menyakitkan, berarti ada yang salah pada pelekatan bayi, hentikan pengisapan dan coba kembali.

    Coba juga dengarkan pola suara “menghisap, menghisap, menghisap, menelan” pada saat bayi sedang menyusui. Pola ini akan berirama dan seharusnya tidak ada suara “klik” di dalamnya. Suara “klik” tersebut bisa menandakan bahwa bayi tidak melekat dengan benar ke payudara sehingga mungkin tidak mendapatkan cukup ASI dari bunda. Jika bunda mulai mendengar suara ini, lepaskan pelekatannya dan posisikan bayi kembali. Jika bunda terus mendengar suara ini setelah melekatkannya kembali beberapa kali, maka bunda mungkin perlu berkonsultasi dengan ahli laktasi atau dokter anak bunda.

  • Bayi akan mulai menyusu sangat cepat pada awalnya. Begitu kolostrum mulai mengalir kecepatan isapan bayi akan menurun dan bunda bahkan mungkin melihat gerakan bayi meneguk saat ia menelan susu kolostrum ini. Ketika bayi sudah merasa cukup ia akan melepaskan payudara dan bahkan bisa jatuh tertidur. Dalam waktu sekitar tiga hari kolostrum akan digantikan oleh susu matang. Pemberian ASI pada kali pertama mungkin bisa bertahan lama tapi bisa juga hanya bertahan sebentar. Setelah beberapa minggu jadwal menyusui yang cukup teratur akan terbentuk!

  • Jangan menguatirkan soal produksi ASI yang masih sedikit saat ini, hal ini wajar. Cairan bening pra-susu yang dikeluarkan payudara sesaat dan selama beberapa hari pertama setelah bayi lahir, yang dikenal sebagai kolostrum, kaya akan nutrisi dan antibodi yang bisa membantu melindungi bayi dari infeksi, dan sudah cukup untuk mencukupi kebutuhan nutrisi bayi hingga susu matang mulai diproduksi beberapa hari setelah bayi lahir.

    Manfaat kolostrum yang lain adalah membantu bayi mengeluarkan BAB pertamanya, yang disebut mekonium. Mekonium berwarna hitam, pekat dan biasanya muncul di beberapa popok pertama bayi setelah lahir. Kemudian bab nya akan mulai berubah menjadi kecoklatan dan setelah susu bunda mulai banyak, bab bayi akan menjadi kuning cerah dengan tekstur encer dan berair. Bayi yang minum susu formula umumnya mengeluarkan bab berwarna kuning yang lebih gelap dan lebih berbentuk dibandingkan bayi yang minum ASI.

  • Bunda bisa menyusui lebih sering, semakin sering bunda menyusui semakin cepat ASI menjadi matang/sempurna dan semakin banyak susu yang bisa bunda produksi. Menyusui selama 10 - 15 menit per payudara 8 - 10 kali per hari merupakan target yang ideal. Menangis merupakan tanda bayi lapar, dan sebaiknya bayi disusui sebelum ia mulai menangis.

  • Setiap periode menyusui akan membutuhkan waktu sekitar 40 menit atau lebih lama, karenanya bunda akan butuh dan menginginkan tempat yang nyaman. Hindari menyusui di area di mana bunda mungkin akan terganggu, karena akan membuat proses menyusui menjadi lebih sulit.

  • Selama beberapa hari pertama, bunda mungkin harus membangunkan bayi untuk menyusui, dan ia mungkin akhirnya ketiduran pada saat menyusui. Untuk memastikan bayi mendapatkan makanan yang cukup, bunda harus membangunkannya untuk menyusui jika sudah empat jam berlalu sejak terakhir kali bayi menyusu.

  • Setelah 24-48 jam dari sejak kelahiran, jika bayi mendapatkan asupan ASI yang cukup, ia akan mulai pipis yang akan meningkat menjadi dua hingga tiga kali sehari.

  • Setelah minggu pertama kehidupan bayi, bayi akan mulai pipis lebih sering umumnya enam hingga delapan popok setiap hari dan buang air besar minimal tiga kali sehari. Urinnya haruslah bening dan bayi menjadi semakin sadar akan sekelilingnya hari demi hari. Bayi juga harus bertambah berat badan nya dan bertumbuh, karena ini merupakan cara paling menyakinkan untuk mengetahui apakah bayi mendapatkan nutrisi yang cukup. Jika kondisi bayi menyimpang dari indikator di atas selama beberapa hari berturut-turut, maka bunda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak sesegera mungkin.

Cara menyusui dengan puting datar.

Untuk bunda yang memiliki puting datar, jangan kuatir karena ada cara untuk mengatasinya. Biasanya, puting datar bisa diperbaiki dengan menggunakan alat suntik berukuran besar yang bisa membantu mengisap puting keluar. Mintalah bantuan dari bidan ataupun dokter untuk mendapatkan akses ke alat semacam itu dan bagaimana cara menggunakannya.

Sama seperti ibu yang sedang belajar cara menyusui demikian pula sang bayi. Menyusui merupakan sebuah seni yang akan membutuhkan banyak kesabaran dan latihan, apalagi bagi ibu yang baru memiliki ataupun menyusui bayi untuk pertama kalinya. Tidak ada yang langsung menjadi seorang ahli saat pertama kali memulai, jadi jangan ragu untuk meminta nasihat atau meminta bantuan perawat untuk mengajarkan apa yang harus dilakukan.

Dengan menyusui bayi bunda, ia akan mendapatkan semua manfaat dari kandungan asi yang luar biasa begitu pula bunda akan memperoleh banyak manfaat kesehatan dari menyusui. Selain itu menyusui juga tidak memerlukan persiapan terlebih dahulu, misalnya mensetrilkan botol dulu, memanaskan air, dll. karena air susu ibu selalu siap sedia setiap saat bayi membutuhkannya. Karena itu, bertahanlah dan jangan menyerah. Manfaat menyusui bagi bayi sebanding dengan setiap tetes keringat dan setiap detik waktu yang bunda curahkan.

Semoga informasi mengenai cara menyusui bayi baru lahir yang benar di atas bermanfaat dan semoga pengalaman menyusui bunda dan bayi menyenangkan.