ASI eksklusif adalah cara yang paling efektif untuk menjamin kesehatan bayi namun masih banyak bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif pada enam bulan pertama kehidupannya. Ada banyak hal yang bisa membuat seorang ibu gagal dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayinya seperti anggota keluarga dan dokter yang tidak mendukung, ketakutan ibu untuk menyusui, kurangnya pengetahuan dan kesalahpahaman akan istilah ‘eksklusif’. Temukan informasi seputar pengertian asi eksklusif beserta manfaat dan pentingnya ASI eksklusif untuk bayi di artikel berikut ini.

Pengertian ASI eksklusif

ASI eksklusif adalah pemberian ASI sedini dan sebanyak mungkin sejak bayi dilahirkan hingga bayi berusia 6 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain, bahkan air putih sekalipun. Dengan kata lain, ASI eksklusif berarti hanya ASI sebagai makanan satu-satunya, tanpa tambahan apapun.

Baca juga:

ASI eksklusif menurut WHO

Dulu, WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif pada bayi cukup dilakukan hingga bayi berumur empat bulan. Namun, setelah melakukan kajian berkelanjutan, WHO merubah rekomendasinya dari empat bulan menjadi hingga bayi berusia enam bulan karena hasil kajian memperlihatkan bahwa air susu ibu mengandung semua nutrisi terbaik yang dibutuhkan bayi bahkan untuk bayi berusia enam bulan.

Manfaat ASI eksklusif bagi bayi

ASI terbentuk sebagai respon terhadap kehamilan dan pengisapan bayi di payudara. Komposisi ASI sangatlah kompleks. ASI mengandung lebih dari 200 zat yang berbeda, termasuk protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, enzim, hormon dan zat nutrisi lainnya. Komposisi tersebut bersifat tidak tetap, berbeda-beda dari satu ibu ke ibu lainnya dan berubah-ubah bahkan pada ibu yang sama. ASI juga berubah pada tiap penyusuan, sepanjang hari, dan sepanjang waktu untuk memenuhi kebutuhan bayi yang sedang bertumbuh.

ASI menyediakan semua nutrisi penting untuk tumbuh kembang bayi dan mengandung antibodi yang berfungsi melawan sakit penyakit bayi dan membantu menyempurnakan sistem kekebalan tubuh bayi. Memberikan ASI sebanyak mungkin juga membantu menciptakan lingkungan saluran cerna yang didominasi oleh bakteri baik, yang pada akhirnya akan membantu meningkatkan dan menjaga kesehatan saluran cerna bayi. Begitu banyaknya manfaat ASI bagi bayi hingga para ahli merekomendasikan para ibu untuk menyusui bayinya secara eksklusif sedini mungkin sejak dilahirkan hingga bayi berusia enam bulan, dan tetap melanjutkan pemberian ASI hingga bayi berusia dua tahun.

Pentingnya ASI eksklusif bagi bayi

Kandungan dalam ASI dengan segala kelebihannya merupakan satu-satunya makanan yang dibutuhkan bayi sampai ia berusia enam bulan. Tidak ada manfaatnya menambahkan makanan lain atau susu formula sebelum usianya mencapai enam bulan, kecuali dalam situasi tertentu. Selain itu, sistem pencernaan bayi juga belum cukup matang untuk mencerna dengan baik makanan lain selain ASI, termasuk air putih.

  • Sekitar 90% kandungan dari ASI merupakan air. Bahkan di hari terpanas pada musim panas, bayi tidak membutuhkan tambahan air. Jika bayi tidak menyusui dengan baik, Ia tetap tidak membutuhkan tambahan air, namun masalah menyusui tersebut harus segera diatasi.
  • Kandungan vitamin D dalam ASI memang tidak banyak, namun bunda tidak perlu kuatir karena bayi memiliki persediaan vitamin D yang tersimpan selama dalam kandungan, dan akan tetap sehat tanpa suplemen vitamin D, kecuali bunda memiliki masalah defisiansi vitamin D selama masa kehamilan. Membawa bayi untuk berjemur ke ruang terbuka akan memberi bayi vitamin D yang cukup bahkan pada saat musim dingin dan cuaca mendung. Berjemur sejam atau lebih per minggu akan menyuplai vitamin D dalam kadar yang cukup untuk bayi.
  • ASI mengandung lebih sedikit zat besi dibandingkan dengan susu formula (terutama susu formula yang kaya akan zat besi), namun tidak seperti zat besi dari sufor yang tidak terserap sempurna, kandungan zat besi yang terdapat dalam ASI akan diserap dan dimanfaatkan dengan baik keseluruhannya untuk memberi bayi proteksi tambahan dalam melawan infeksi.

Selain air, vitamin D, dan zat besi, ASI juga mengandung banyak sekali unsur lain yang sangat bermanfaat untuk pertumbuhan bayi. Kolostrum yang merupakan ASI permulaan kaya akan protein, karbohidrat dan antibodi yang memberikan nutrisi optimal bagi bayi di setiap tetesnya. ASI juga mengandung laktosa, protein whey, asam amino, nukleotida, lemak, vitamin dan berbagai mineral lainnya.

  • Laktosa ASI merupakan sumber karbohidrat yang mudah dicerna dan diserap bayi .
  • Protein whey (air dadih) adalah protein lengkap yang terdiri dari asam amino esensial dan non-esensial yang sangat bermanfaat untuk pertumbuhan dan pembentukan sistem imun tubuh bayi. Protein whey dari ASI sangat mudah diserap usus bayi sehingga memberikan manfaat yang optimal bagi bayi.
  • ASI juga mengandung beberapa asam amino dan nukleotida yang membantu perkembangan jaringan otak, saraf, kematangan usus, penyerapan zat besi, dan daya tahan tubuh dalam jumlah yang lebih besar dibanding yang terdapat dalam susu formula.
  • ASI juga kaya akan lemak, vitamin dan mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan sel dan jaringan tubuh bayi.

ASI merupakan sumber makanan yang sangat istimewa dan unik untuk masing-masing bayi, dan merupakan satu-satunya makanan yang dibutuhkan bayi hingga berusia enam bulan. Untuk mengoptimalkan pemberian ASI eksklusif dan mendapatkan sebesar-besarnya manfaat ASI bagi bayi dan ibu, mulailah menyusui bayi sedini mungkin, dalam satu jam pertama setelah bayi lahir (IMD). Inisiasi menyusui dini (IMD) merupakan langkah awal dan penting dari ASI eksklusif. Lakukan IMD dengan cara meletakkan bayi di dada bunda segera setelah bayi lahir, minimal satu jam atau hingga bayi mulai menyusu.

Demikian pengertian ASI eksklusif dan manfaat ASI eksklusif bagi bayi. Memberikan ASI eksklusif enam bulan kepada bayi merupakan hal terbaik yang bisa bunda berikan pada anak bunda. Makanan Pelengkap, termasuk air, harus diperkenalkan hanya setelah bayi berusia enam bulan, pada saat bayi mulai menunjukkan minatnya akan makanan lain. Melanjutkan penyusuan setelah bayi berusia enam bulan tetap akan memberikan manfaat yang besar untuk bayi karena kandungan ASI juga akan berubah menyesuaikan kebutuhan bayi yang sudah mulai memakan berbagai makanan lain.