Salah satu milestones bayi yang paling ditunggu-tunggu orangtua adalah saat bayi mulai berjalan. Temukan berbagai informasi seputar perkembangan kemampuan berjalan anak, termasuk di antaranya: kapan bayi bisa berjalan, penyebab anak lambat berjalan dan tips agar bayi cepat berjalan, di artikel ini.

Usia berapa bayi bisa berjalan?

Perkembangan dan pertumbuhan bayi bulan ke bulan berlangsung dengan cepat, terutama perkembangan motorik bayi yang terlihat secara signifikan terutama pada tahun pertama dan keduanya. Di usia 6 s/d 8 bulan bayi mulai duduk dan merangkak dengan kedua dengkul kakinya. Di usia 8 s/d 12 bulan, bayi sudah bisa duduk tanpa dibantu, mulai menarik diri untuk berdiri, dan berjalan merambat bertopang pada perabotan. Pada usia 12 s/d 18 bulan, bayi sudah bisa berdiri sendiri, berjalan sambil berpegangan, berjalan dua atau tiga langkah tanpa bantuan, dan menjelang usia 18 bulan sudah berjalan sendiri tanpa dibantu. Di usia 18 s/d 24 bulan, bayi sudah lancar berjalan maju/mundur, naik/turun tangga dan berlari. Namun pada dasarnya perkembangan setiap bayi berbeda dan kapan bayi bisa berjalan juga berbeda-beda. Ada bayi yang mulai dan lancar berjalan di usia yang lebih muda dibandingkan teman sebayanya. Ada juga sebagian bayi yang tak juga menampakkan kemampuannya untuk berjalan hingga usia tertentu.

Baca juga:

Lambatnya proses belajar jalan ini disebabkan oleh banyak faktor. Berikut ini beberapa faktor penyebab kenapa anak lambat berjalan yang perlu orangtua ketahui:

Faktor fisik

Pertumbuhan kaki yang tidak sempurna karena ada gangguan di otot, otak ataupun sumsum tulang belakang bayi bisa menjadi penyebab anak terlambat berjalan. Gangguan otot umumnya dibawa sejak lahir atau faktor keturunan sehingga anak tidak bisa berjalan dengan baik. Sementara gangguan di otak disebabkan ada kerusakan otak yang menghambat gerak bayi. Cedera pada sumsum tulang belakang juga bisa mengganggu kemampuan berjalan anak. Penyebab lainnya adalah penyakit semisal polio.

Postur tubuh anak juga bisa berpengaruh. Bayi yang terlalu gemuk akan lebih susah belajar berjalan karena kakinya tak cukup kuat untuk menopang berat tubuhnya dan lebih sulit untuk menyeimbangkan tubuhnya dibandingkan bayi dengan berat badan normal. Selain itu, bayi yang memiliki otot yang kuat dan kepadatan tulang yang bagus umumnya akan lebih cepat berjalan.

Jika proses berjalan bayi terlambat karena hambatan perkembangan fisik, yang bisa orangtua lakukan agar anak cepat berjalan adalah berkonsultasi ke tenaga medis untuk perawatan lebih lanjut dan memberikan stimulasi pada bayi untuk membantu bayi berjalan, namun tetap melihat kesiapan fisik dan batas kemampuan anak.

Faktor motorik

Selain karena faktor fisik, keterlambatan proses berjalan bayi juga bisa dikarenakan faktor motorik kasar bayi yang belum berkembang sempurna, misalnya sistem keseimbangan tubuh bayi belum sempurna. Sistem vestibular (keseimbangan) berfungsi untuk menjaga keseimbangan, postur, dan orientasi tubuh dalam ruangan. Bayi yang belum memiliki keseimbangan otot dan saraf kaki yang baik akan mengalami kesulitan dalam belajar berjalan. Jika perkembangan keseimbangan otot dan saraf kaki kelihatan terlambat, orangtua bisa berkonsultasi ke ahli medis untuk mendapatkan perawatan dan terapi khusus. Orangtua juga bisa memberikan stimulasi untuk membantu merangsang pertumbuhan sistem vestibularnya agar bayi cepat berjalan.

Kendala psikologis

Selain faktor fisik dan motorik, faktor psikologis juga bisa menjadi faktor penyebab bayi lambat berjalan. Ada tidaknya kelainan fisik diketahui dari pemeriksaan dokter. Jika pertumbuhan fisik anak sempurna namun masih juga belum berjalan, maka ada kemungkinan anak belum matang secara psikologis. Kematangan psikologis tergantung pada kesiapan diri dan kemauan sang anak sendiri. Meski kakinya sudah kuat namun karena ia belum siap atau belum mau berjalan, maka ia tak akan terdorong untuk berjalan. Umumnya, bayi yang memiliki sifat terbuka lebih cepat menunjukkan keinginannya untuk berjalan dibandingkan bayi yang cenderung pendiam. Selain itu anak yang terlalu dimanja, selalu digendong, pernah mengalami trauma karena jatuh ketika belajar berjalan akan membuat anak terlambat berjalan:

  • Pola Asuh Orangtua yang cenderung memanjakan dan selalu mengendong anaknya, atau tidak pernah memberdirikan anak karena takut anak jatuh, akan membuat anak malas dan terlambat berjalan. Anak jadi merasa tidak perlu bersusah payah bergerak dan tak termotivasi menggunakan kakinya, ataupun terlalu takut untuk belajar berjalan karena orangtua yang selalu kuatir. Anak yang kurang mendapatkan stimulasi fisik otomatis akan lebih lambat perkembangan fisiknya, karenanya berikan kesempatan pada buah hati untuk bergerak bebas di lantai. Adapula orangtua yang terlalu buru-buru menstimulasi anaknya agar cepat berjalan, seperti memakaikan baby walker untuk bayi atau sepatu berbunyi, padahal anaknya belum siap baik fisik maupun mental. Hal ini juga tidak baik, karena hanya akan membuat stres bayi maupun Anda, biarkan anak belajar berjalan sesuai dengan tahapan perkembangannya.
  • Faktor traumatik Penyebab anak lambat berjalan juga bisa karena anak mengalami trauma, namun ini hanya terjadi bila anak sudah pernah bisa berjalan dan kemudian terjadi sesuatu yang bersifat traumatik yang membuatnya tidak mau belajar jalan lagi. Namun, lambat berjalan yang disebabkan trauma jarang sekali terjadi.

Berikut beberapa tips agar anak cepat berjalan yang bisa dilakukan orangtua. Tips-tips berikut ini juga akan membantu menstimulasi sistem keseimbangan dan kemampuan berjalan bayi:

  • Biarkan bayi berjalan tanpa alas kaki, seperti kaus kaki atau sepatu, untuk menguatkan otot kakinya, bisa di halaman rumah atau di rerumputan, asal aman. Selain lebih leluasa mencari keseimbangan, hal ini juga membantu menstimulasi indera peraba di kakinya.
  • Anak juga bisa berlatih berjalan di dalam kolam plastik berisi air. Kakinya akan terasa lebih ringan dan tidak sakit bila terjatuh. Tentunya latihan ini harus selalu dalam pengawasan Anda.
  • Biarkan bayi bermain di luar stroller atau boks bayinya, agar si kecil lebih leluasa bergerak ke sana ke mari dan mendapatkan kesempatan untuk menguatkan leher dan otot-otot kakinya. Tidak perlu terlalu ketat melarang anak bergerak, yang penting tetap kontrol gerakannya.
  • Rangsang semangat dan beri stimulasi agar bayi cepat berjalan dengan cara menempatkan mainan favoritnya dalam jarak yang tidak terlalu jauh. Ajak bayi untuk berjalan sambil berpegangan untuk meraih mainannya itu.

Baca juga Cara Mengajari dan Melatih Anak Berjalan dan Perkembangan Motorik Halus Anak.

Demikian beberapa faktor penyebab anak lambat berjalan. Ingat bahwa tumbuh kembang setiap bayi berbeda, begitu pula dengan usia bayi bisa berjalan dan prosesnya belajar jalan. Ada bayi yang sudah lancar berjalan pada usia muda, ada pula yang baru berjalan dengan baik menjelang umur dua tahun. Ada bayi yang belajar berjalan tanpa kesulitan, ada pula bayi yang cepat mulai berjalan namun perkembangan kemampuan berjalannya melambat dalam prosesnya, dan ada pula bayi yang belum juga mulai berjalan pada umur yang seharusnya namun bisa berjalan dengan mantap begitu memulai langkah pertamanya. Karenanya, orangtua tidak perlu terlalu kuatir jika buah hatinya belum juga memperlihatkan keinginannya untuk berjalan, jangan putus asa dan terus dampingi anak belajar berjalan.