Pada usia prasekolah, anak mulai melakukan beragam aktivitas dan permainan seperti menggulung mainan lilin menjadi bola, memasang manik-manik pada benang atau menuangkan air dari satu wadah ke wadah lainnya. Bunda mungkin berpikir si kecil hanya bermain ketika melakukan semua aktivitas ini, namun semua kegiatan ini akan membantu mengembangkan kemampuan motorik halus anak - yang akan dibutuhkannya untuk melakukan berbagai tugas penting dalam hidupnya. Ada banyak hal yang dapat bunda lakukan untuk membantu anak bunda mengembangkan keterampilan penting ini.

Pengertian motorik halus dan kasar

Ada dua keterampilan motorik yang terus berkembang seiring dengan bertambahnya usia si kecil. Kemampuan motorik kasar, yang berkembang terlebih dulu, adalah gerakan yang lebih besar, biasanya melibatkan lengan, kaki atau tubuhnya - misalnya berguling, duduk, merangkak, berjalan, dan melempar. Sedangkan motorik halus adalah gerakan kecil yang melibatkan koordinasi tangan si kecil - dari memetik bunga hingga mengancing. Keterampilan motorik halus membutuhkan penggunaan berbagai keterampilan lain, seperti belajar variasi genggaman, koordinasi tangan-mata, dan kesabaran - yang seringkali belum dimiliki anak-anak yang masih balita!

Fungsi motorik halus

Keterampilan motorik halus akan membantu anak usia prasekolah untuk memegang kuas cat, menggunakan alat makan, mencoret-coret dengan krayon atau bermain teka-teki puzzle. Keterampilan ini akan dibutuhkan untuk menulis. Keterampilan ini juga penting untuk aktivitas perawatan diri seperti berpakaian dan menggosok gigi. Semua keterampilan ini akan menunjang anak untuk melakukan berbagai aktivitas di kelas pada saat ia sudah masuk sekolah.

Baca juga Tips Memilih Sekolah KB / TK yang Bagus untuk Anak.

Dorong perkembangan motorik halus anak usia dini bunda dengan aktivitas dan permainan masa kecil baik klasik maupun kekinian yang akan menyenangkan bagi bunda dan sang buah hati. Berikut beberapa aktivitas dan permainan yang bisa bunda lakukan bersama bunda hati untuk meningkatkan perkembangan kemampuan motorik halusnya.

Latih otot-otot motorik halus anak

Jari-jari dan jempol yang terus bergerak akan menyempurnakan kemampuan motorik halus anak usia dini hari demi hari. Untuk melatih otot-otot motorik halus anak, targetkan variasi permainan yang akan mengembangkan baik keterampilan motorik kasar (misalnya, berjalan ke sekolah, bermain di taman, bermain di tempat main anak (soft play)) maupun keterampilan motorik halusnya.

Baca juga Cara Mengajari dan Melatih Anak Berjalan.

Banyak dari kegiatan tersebut juga bisa membantu perkembangan anak di area lain, dengan cara mengajak anak mengobrol mengenai apa yang sedang dilakukannya selama bermain. Sebagai contoh, membuat berbagai bentuk dari mainan lilin sambil bercerita mengenai bentuk dan warnanya, tidak hanya akan melatih motorik halus anak tapi juga menambah pengetahuannya akan warna, mendorong kreativitas, dan merangsang imajinasinya.

Berikut beberapa contoh kegiatan motorik halus anak usia dini yang akan membantu mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia dini.

  • Biarkan anak membantu mengerjakan tugas-tugas rumah tangga sederhana, misalnya mencari pasangan kaus kaki lalu menggulungnya menjadi bola.
  • Memasak dan menyiapkan makanan bersama adalah aktivitas menyenangkan bisa bunda lakukan bersama si kecil sekaligus melatih keterampilan motoriknya. Biarkan anak mengoleskan mentega ke atas roti. Minta anak untuk menuangkan bahan makanan ke dalam mangkuk adonan. Saat menimbang bahan, biarkan ia melakukannya, satu sendok demi satu sendok. Awasi si kecil saat ia mengupas wortel dengan pengupas Y atau memotong pisang dengan pisau kecil tumpul. Biarkan anak bermain dengan makanan misalnya mengulir berbagai bentuk pasta yang masih mentah ke tali sepatu, atau masakkan sejumlah kecil spageti, biarkan dingin dan dorong si kecil untuk bermain dengannya.
  • Dorong si kecil untuk menggambar dengan memegang pensil dengan benar. Umumnya anak berusia kurang dari 3 tahun hanya bisa membuat tulisan cakar ayam. Pada saat usianya mencapai 3 sampai 4 tahun, barulah ia akan mulai menggambar kotak dan wajah, mungkin bahkan lengkap dengan lengan dan kakinya. Kesukaannya menggunakan tangan yang satu dibandingkan tangan yang lainnya kemungkinan besar akan terlihat sekarang dan ia mungkin juga mulai menulis beberapa huruf yang sederhana.
  • Tingkatkan kemampuan motorik halus anak melalui menggunting. Ajari anak cara menggunakan gunting anak. Terkadang anak mulai menggunakan gunting dengan dua tangan sambil bunda memegangi kertasnya, kemudian meningkat dengan hanya menggunakan satu tangan.
  • Lakukan kegiatan yang membantu meningkatkan kekuatan tangan dan lengan anak, seperti menulis di lumpur dengan tongkat.
  • Menyusun balok merupakan permainan motorik halus anak usia dini yang bagus. Pada usia prasekolah, sebagian besar anak umumnya sudah bisa membangun menara tinggi dan membuat jembatan sederhana dengan balok.
  • Keterampilan melipat kertas akan meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Mulailah dengan lipatan yang sederhana dulu seperti melipat setengah kertas atau melipat diagonal.

Pegangan jepit (finger grip)

Kemampuan untuk mengangkat, menahan dan melepaskan benda antara ibu jari dan telunjuk penting untuk melakukan hal-hal yang membutuhkan kemampuan motorik halus seperti mengancingkan baju, membuka menutup ritsleting dan mengikat membuka tali sepatu, menulis dan memotong dengan gunting. Kegiatan berikut akan membantu mengembangkan cengkeraman anak bunda:

  • Dorong anak untuk mengambil benda kecil, seperti kelereng atau kancing, di antara ibu jari dan telunjuknya, dan menyortirnya ke dalam wadah. Kegiatan ini juga merupakan kesempatan yang bagus bagi anak untuk belajar berhitung dan berbicara mengenai warna. Karena melibatkan benda-benda kecil, lakukan aktivitas ini hanya di bawah pengawasan bunda.
  • Merobek kertas memo berwarna menjadi setrip untuk membuat kolase.
  • Merubah pembersih pipa ke dalam berbagai bentuk dan biarkan si kecil mempelajari apa yang bisa ia ciptakan darinya. Permainan ini sangat bagus untuk menghidupkan imajinasinya dan meningkatkan kreativitas dan eksperimentasi.
  • Mengikat tali atau bermain papan jahit.
  • Ajak anak untuk menaruh pakaian pada tali jemuran dan lihat apakah ia bisa melakukannya.

Memisahkan jari

Ini adalah kemampuan untuk menggerakkan jari secara terpisah yang dibutuhkan untuk mengancing, me-ritsleting, mengikat tali, menulis, serta menggunakan alat makan dan pemotong. Permainan motorik halus berikut akan membantu kemampuan memisahkan jari anak:

  • Menggambar dalam busa dengan jarinya.
  • Bermain dengan boneka jari.
  • Bernyanyi atau mengikuti irama lagu sambil menggunakan jari tangan, seperti lagu jempol, Twinkle Twinkle Little Star dan lain-lain.
  • Memainkan piano atau keyboard.

Melengkungkan tangan

Kemampuan lengkungan tangan akan membantu anak membentuk tangannya saat menggunakan alat seperti pensil, sendok, garpu dan gunting. Aktivitas berikut akan membantu mengembangkan lengkungan tangan anak:

  • Membulatkan lilin mainan di telapak tangan.
  • Melengkungkan atau mengatupkan kedua tangannya untuk menggoyang dadu sambil memainkan permainan papan.
  • Memeras spons pada saat bermain air.
  • Menggunakan penjepit untuk memindahkan mainan kecil.

Perkembangan motorik halus anak usia dini bervariasi pada masing-masing anak - beberapa anak prasekolah dapat menuliskan nama mereka dan dengan hati-hati mewarnai tanpa keluar garis, sementara yang lain masih menulis secara cakar ayam. Namun, jika anak bunda sudah memasuki usia prasekolah namun sama sekali belum bisa menulis apapun di selembar kertas, tidak mulai berpakaian sendiri, tidak bisa menyusun menara kecil dengan balok, kehilangan keterampilan yang sebelumnya sudah didapat (misalnya sudah bisa menulis huruf sederhana tapi tiba-tiba menjadi tidak bisa) atau jika ada yang membuat bunda khawatir, bunda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak sesegera mungkin.